(Gunakan Headset)
isi_hati.txt
Notes 00:00  

Diam-diam, aku mengagumimu
dengan cara paling sunyi.

Hanya menatapmu, tapi hatiku jatuh berkali-kali. Aku tak pandai mengungkap. Tak berani mendekat. Tapi selalu ada desir harap yang pelan-pelan menyusup setiap malam, bernama: semoga kelak perasaan ini kamu tahu.

Saat aku melihatmu untuk pertama kali, aku merasa seperti langit yang lama mendung akhirnya membuka diri. Sejak itu, hariku tak lagi sama.


Entah mengapa, setiap detik mengingatmu terasa seperti puisi yang ditulis tanpa sengaja. Dari tatapmu yang malu-malu, sapaan yang pelan, hingga percakapan yang begitu sederhana tapi membekas sangat dalam.

Setiap sapaan darimu selalu terasa lebih hangat dari sinar matahari yang menyelinap ke balik tirai jendela pagi. Bukan karena kata-katanya manis, tapi karena kamu yang menuliskannya.

Dan sungguh,
aku tidak sedang jatuh cinta
pada indahnya kata-kata.

Aku jatuh cinta..
pada siapa yang merangkainya,
pada hati yang menghidupkan
setiap kalimatnya.

Aku jatuh cinta
pada seseorang
di balik semua tulisan itu,
kamu.

Jika nanti kita tak berjumpa, tak apa.
Setidaknya aku pernah punya cerita yang kusimpan sendirian, tapi kutulis seolah kau pernah membacanya.

A-ku mulai menyukai segala hal yang ada kamunya.